Ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan, blog. So far, it’s good enough. Walaupun seperti biasa, ekspetasi saya terlalu tinggi. Ya sudah lah. Toh, itu hanya sasaran semu, Bukan yang mutlak harus dicapai. Actually, saya bukan orang yang ambisius. Justru saya sering kehilangan arah. Bagi saya, ambisi adalah ketika orang-orang meremehkan saya. Di titik itu saya akan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan diri bahwa I am not that bad.

     Sejauh ini, saya percaya. Tidak ada orang yang  sepenuhnya hitam ataupun  sepenuhnya putih. Pasti ada noda yang mencemari warna dominan. Itu pula yang saya jadikan filter agar tidak sembarangan menilai orang. Lucky me, di saat saya melenceng dari jalur, Allah seakan memberi hukuman ringan agar saya jera. Merasa lebih baik itu manusiawi, Kita hanya harus mengontrol pikiran itu.

     Akhir-akhir ini saya agak kecewa dengan teman terdekat saya. Atau mungkin diri saya sendiri. Di suatu percakapan, dia mengutarakan suatu pendapat yang menurut saya tidak bijak. Bodohnya, bukannya menentang, saya malah senyum senyum pertanda setuju. Jeleknya saya adalah di beberapa kondisi saya tidak berani mempertahankan what i believe. Khususnya , jika ada potensi umpan balik yang buruk. Semoga di lain kesempatan saya bisa ya, blog.

     Aniway, sekarang saya mahasiswa tingkat akhir, blog. Nggak terasa ya. Semoga lancar deh semua urusannya. Apalagi sekarang saya mencemaskan masalah yang cukup krusial. Iya, semuanya udah ada yang ngatur. Soal yang satu ini nggak perlu dipertanyakan lagi kan, blog? :)

Brand New Day :)

by on 06.19
         Ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan, blog. So far, it’s good enough. Walaupun seperti biasa, ekspetasi saya terlalu t...

Ya, random. Acak. Ini hanya tentang sebuah percakapan yang tidak material. Tetapi jika kalian mengerti akan esensi yang tersirat di dalamnya. it would be pretty precious. Even money can't buy it.

For this one, i've been waiting for some couple of months.
Oke, saya mungkin terkesan berlebihan. Tetapi setidaknya sampai saat saya menulis ini, that's how i feel.

I remember all the thing.  Baik yang berhubungan langsung dengan saya ataupun yang sekedar saya dengar. Salah satunya adalah ketika kita terlibat dalam sebuah guyonan. Mungkin dua kali atau tiga.

Saya suka senyumnya, kesederhanaannya

     Tadi gue iseng googling tentang 'Pemeran film Perahu Kertas', dan asal tau aja ini udah, mungkin, lima kali lebih gue googling tentang hal yang sama. Biasa lah, gue itu kalo lagi over excited sama suatu hal pasti gue all out banget kepo-nya hahaha.
Dan jeng jeng jeng...
Gue nemu link-nya di kapanlagi.com ada teaser-nya (trailer, red) juga lagi \(^3^)/

     Akhirnya rasa penasaran gue terjawab sudah. Soalnya sebelumnya Pemainnya tuh dirahasiain gitu, blog.
Sampe saat ini sih belum jauh-jauh amat dari ekspetasi gue. Awalnya sih agak kecewa saat tahu kalo karakter Kugy diperanin sama Maudy Ayunda. Bukan apa-apa. Soalnya seinget gue rambutnya Maudy itu panjang padahal Kugy kan rambutnya sebahu. Dan dia nggak semungil Kugy. Tapi setelah liat trailer-nya ternyata not too bad. Karena ternyata kedua hal itu nggak begitu keliatan di depan kamera. Rambut Maudy dibikin jadi sebahu dan dia keliatan cukup mungil. Namanya juga ditanganin sama para profesional. Gue-nya aja yang meng-under estimate-kan mereka hihihi. Semakin nggak sabar nunggu film-nya rilis deh :3

     Dibawah ini nama Para 'Awak' Perahu Kertas yang gue tahu:
Maudy Ayunda sebagai Kugy

Adipati Dolken sebagai Keenan

Reza Rahardian sebagai Remi

Ira Wibowo sebagai Mama Keenan

Tio Pakusadewo sebagai Pak Wayan apa Papa-nya Keenan ya? hehehe

Dion Wiyoko sebagai Ojos  

Afika sebagai Kugy Kecil

Kimberly Raider sebagai Wanda
Sekian dulu ya, bloggg ^^
Beautiful Indonesia :)

     Di Super Failed Surprise Party buat Reni kemaren muncul sebuah wacana dari Eka. Dia ngajak kita liburan ke Green Canyon yang ada di Ciamis itu loh. Gue sih pengen banget tapi ternyata kalo kesana itu musti nginep dan kalo nginep sehari itu nggak puas. Buat mahasiswi kere kayak gue, mana mampu bayar sewa villa berhari-hari wkwkwk.

     Si Eka sempet ngajak kita bareng numpang di tempat sodaranya gitu sih tapi ya kaleeee, kita (Gue & Reni), 2 Perempuan yang anggun ini, numpang di rumah sodara cowok. Apalagi si Eka pernah ngaku-ngaku kalo Reni itu 'kabogoh-nya' (Pacar, red) ke mamanya waktu mamanya ngeliat foto mereka berdua di hapenya. Bener-bener pencitraan banget tuh orang! Kalo sampe gue yang diaku-akuin, udah gue blokir akunnya di semua sosial media. Padahal dia juga milih-milih kali ya wkwkwk

     Kita sempet mikir untuk ngajak anak cowok yang lain, kalo lebih rame kan nggak risih-risih amat. Kenapa musti cowok? Soalnya nggak enak juga lah kalo cewek semua nginep di rumah sodara-nya. Entar dikiranya dia cuma maen ama anak cewek lagi. Semacam pencitraan gitu lah. Quota yang dikasih Eka cuma 2 orang lagi, soalnya transpot & konsumsi katanya mau dia tanggung :)
Aniway rencana liburan ini tuh beberapa hari setelah lebaran, nah loh hampir semuanya mudik dong kan. Jadi berdasarkan pertimbangan yang sangat matang kita memilih beberapa kandidat (baca: korban). Padahal belum tentu mau juga mereka.

Kandidat 1: Jeihan
Asal: Papua
Alasan: Korban lama (PRJ, Ocean Park)
Track record: 
Kalo Bima nggak ikut biasanya dia nggak mau ikut.
Super long weekend itu jadwalnya dia pulang. Biar bisa bantu mama ngambil air :p

Kandidat 2: Bima

Asal: Martapura
Alasan: Korban lama (PRJ, Ocean Park)
Track Record: Dia belom lama masuk RS. Nggak boleh capek-capek kan. Gws bima pipi unyu!


Kandidat 3: Disto
Asal: Tangerang Selatan
Alasan: Korban lama (Ocean Park), anak jabodetabek (kemungkinan nggak pulkam lebih besar),daripada nggak ada yang mau
Track Record: Dia itu kalo ngaret nggak ketulungan. Bisa 2 jam lebih. Semacem bikin emosi -___-


Kandidat 4: Shondi
Asal: Lenteng Agung
Alasan: Mantannya Eka Anak Jabodetabek (kemungkinan nggak pulkam lebih besar)
Track Record: Suka tiba-tiba ngebatalin janji di H-1. Semacam plin-plan.













































Sepertinya rencana yang terlalu lama direncanain biasanya failed. Eh tapi surprise party kemaren yang
dadakan juga tetep gagal kok. otokeeeee?

*PS:
Sampai saat ini belum ada rekruitmen
Postingan ini dibuat tanpa izin siapa pun
Source gambar disini

Target!

by on 02.24
Beautiful Indonesia :)      Di Super Failed Surprise Party buat Reni kemaren muncul sebuah wacana dari Eka. Dia ngajak kita liburan ke ...
 
Perahu Kertas ku kan melaju
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila tapi ini adanya
Perahu Kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
mencari-cari tambatan hati kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi, cita-cita, yang lama kupendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya
Ku Bahagia
Kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada
Di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

OST Perahu Kertas

by on 19.48
  Perahu Kertas ku kan melaju membawa surat cinta bagimu kata-kata yang sedikit gila tapi ini adanya Perahu Kertas mengingatkanku Betapa...

   "   Semakin banyak kita tahu, akan semakin bijak kita bersikap ",   Sebuah pelajaran yang aku dapat dari dua berita yang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini, Kasus yang menjerat Dhana Widyatmika, PNS yang diduga memiliki rekening gendut, serta Demonstrasi yang digelar diberbagai daerah akibat rencana pemerintah dalam menaikan harga BBM.

Aku memang bukan orang yang mengerti dunia politik, jadi postingan kali ini mungkin akan lebih banyak didasarkan pada ilmu 'sok tau'  :)

     Aku bahas satu per satu ya, blog. Yang pertama  tentang kasusnya Om Dhana (entahlah sejak kapan dia nikah sama tante gue hehe). Entah kenapa aku ngerasa ada beberapa hal yang janggal dalam kasus ini. Dari mulai jumlah rekening sebenarnya yang sampai saat ini belum jelas ,sampai dengan pemberitaan di beberapa media yang tidak berimbang serta terkesan memojokan pihak DW. Bukan karena aku satu almamater dengan dia tapi mungkin lebih karena aku tahu profil DW pernah dimuat di sebuah Majalah Islam. Check it out!
Memang terlalu polos untuk percaya begitu saja hanya karena sebuah tulisan yang diterbitkan sekitar 5 tahun lalu itu. Everybody's changing, it's true. Tapi aku pikir jika dia saja bisa dibilang rela mengorbankan kuliah atau bahkan masa depannya demi ibunya, untuk apa dia mengejar sesuatu yang bukan haknya. Apalagi dengan pemberitaan yang masih sangat simpang siur semakin membuyarkan kasus ini.
Tadi sore aku menyaksikan wawancara istri DW di salah satu stasiun TV. Jelas sekali perbedaannya dengan istri Gayus, PNS yang telah lebih dulu tersangkut kasus korupsi.
1. Istri DW pake jilbab, istri Gayus nggak.
2. Istri DW hampir menitikan air mata
3. Dandanannya cukup sederhana untuk ukuran orang kaya
Di wawancara itu aku baru tau kalo ternyata mobil mewah milik DW dibeli untuk mendapatkan kenaikan nilai, semacem investasi gitu. Make sense lah.

     Aku tahu politik di negeri ini tuh kompleks banget. Pihak yang dihakimi salah belum tentu salah. Pihak yang diyakini benar pun belum tentu benar. Bukan rahasia lagi jika hukum di negeri ini bisa dibeli. Tapi bukan rahasia juga jika terkadang ada sandiwara dibalik permainan politik. Jadi, walaupun aku agak sangsi dengan kasus DW, aku nggak bisa bilang kalo dia nggak bersalah. Seperti yang sebelumnya aku bilang, 'everybody's changing' :)
Semoga kebenaran  segera terungkap ya, blog.

     Yang kedua, tentang kenaikan harga BBM. Ya wajar aja sih kalo banyak demo gara-gara hal ini, mengingat BBM itu sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari.Kenaikannya pasti akan berujung pada inflasi. Tapi kalo inget tugas makalah Makro ekonomi-ku untuk menganalisis pembatasan subsidi BBM, kayaknya kebijakan itu yang paling mudah diterapkan di Negara ini. Dosenku juga sempet menjelaskan tentang beberapa opsi yang dapat dilakukan pemerintah.

1. Pembatasan BBM bersubsidi untuk kendaraan mewah.
     Konsekuensinya:  Para supir angkot akan beralih profesi menjadi pedagang bensin eceran. Logikanya, mereka akan lebih mudah menghasilkan pundi-pundi uang dengan menjual bensin yang ada dalam angkot mereka tanpa capek-capek dan berpanas-panasan. Efeknya, pembatasan pun akan tidak efektif.
2. Beralih ke BBG
    Hal ini tentunya tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Dibutuhkan waktu dan tentunya dana yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit.
3. Kenaikan harga BBM
    Memang kebijakan ini dapat menimbulkan inflasi, namun nantinya perekonomian akan kembali stabil dengan adanya invisible hand.

     Kasus yang pertama memberiku pelajaran untuk tidak menilai seseorang hanya dari satu sisi saja. Kasus yang kedua membuatku sadar bahwa membuat kebijakan untuk orang banyak bukanlah perkara yang mudah. Ada biaya-biaya yang harus kita korbankan, semacem Opportunity cost gitu. Keduanya membuatku sadar agar lebih bijak dalam berpendapat. If we know, actually that's not a simple thing.



Perahu Kertas

     Tangannya serta-merta menunjuk ke arah rak buku tempat koleksi komik dan buku dongengnya berbaris rapi, demi mengalihkan pembicaraan. “Ini sebagian kecil koleksiku. Yang di rumah
jauh lebih banyak.”
“Kata Eko, kamu suka nulis dongeng, ya?”
“Iya. Hobi sejak kecil.”
“Tulisan kamu udah banyak?”
“Kalau kuantitas sih banyak, tapi pembaca nggak ada.
Dan bukannya tulisan baru bermakna kalau ada yang baca?”
Kugy tertawa kecil, “Sejauh ini sih cuma dinikmati sendiri aja.”
“Kenapa gitu?”
“Siapa sih yang mau baca dongeng?” Kugy terkekeh lagi.
“Mungkin aku harus jadi guru TK dulu, supaya punya pembaca. Minimal dongengku bisa dibacakan di kelas.”
“Banyak penulis cerita dongeng yang bisa terkenal, dannggak harus jadi guru TK dulu untuk punya pembaca.”
Senyum simpul mengembang di wajah Kugy, seolah-olah hendak menjawab pertanyaan klasik yang sudah ia hafal mati jawabannya. “Keenan, umurku 18 tahun, kuliah jurusan Sastra, kepingin jadi penulis serius dan dihargai sebagai penulis serius. Orang-orang di lingkunganku kepingin jadi juara menulis cerpen di majalah dewasa, atau juara lomba novel Dewan Kesenian Jakarta, dan itu menjadi pembuktianyang dianggap sah. Sementara isi kepalaku cuma Pangeran Lobak, Peri Seledri, Penyihir Nyi Kunyit, dan banyak lagi tokoh-tokoh sejenis. Di umurku, harusnya aku nulis kisah cinta, kisah remaja, kisah dewasa ....”
“Banyak cerita dongeng yang isinya kisah cinta.”
“Intinya adalah: semua itu nggak matching! Antara umurku, profilku, cita-citaku, pembuktian yang harus aku raih, dan isi kepala ini.”
“Saya masih nggak ngerti.” Keenan melipat tangannya di dada. “Waktu aku kecil, punya cita-cita ingin jadi penulis dongeng masih terdengar lucu. Begitu sudah besar begini, penulis dongeng terdengar konyol dan nggak realistis. Setidaknya, aku harus jadi penulis serius dulu. Baru nanti setelah mapan, lalu orang-orang mulai percaya, aku bisa nulis dongeng sesuka-sukaku.”
“Jadi ... kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu, untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli,
begitu?”
“Yah, kalau memang harus begitu jalannya, kenapa nggak?”
“Bukannya itu yang nggak matching?” tanya Keenan lagi, tajam.
“Asal kamu tahu, di negara ini, cuma segelintir penulis yang bisa cari makan dari nulis tok. Kebanyakan dari mereka punya pekerjaan lain, jadi wartawan kek, dosen kek, copy writer di biro iklan kek. Apalagi kalau mau jadi penulis dongeng! Sekalipun aku serius mencintai dongeng, tapi penulis dongeng bukan pekerjaan ‘serius’. Nggak bisa makan.”
“Tadi kamu makan pizza. Nggak ada masalah, kan? Artinya kamu bisa makan.”
“Aku harus bisa mandiri, punya penghasilan yang jelas, baru setelah itu ... TER-SE-RAH,” nada suara Kugy mulai tinggi, “aku nggak tahu kamu selama ini ada di planet mana,tapi di planet bernama Realitas ini, aturan  mainnya ya begitu.”
Keenan terdiam. Di kepalanya melintas gulungan-gulungan kanvas bertorehkan lukisan yang ia tinggalkan di
Amsterdam. “Betul. Memang begitu aturan mainnya,” gumamnya 

(Kutipan Novel Perahu Kertas, Dee)

     I love this part badly. Bener banget! Kadang kita harus berputar-putar dulu  untuk mencapai tujuan hanya karena terlalu takut untuk mengambil resiko. Aturan planet ini sedikit banyak menuntut kita berpikir realistis. walaupun tak jarang itu berarti mengorbankan mimpi kita. Mungkin itu opportunity cost yang harus kita korbankan. Can't wait for this movie!