Dear Neptunus...
Aku mencintainya.
Di depannya aku menjadi diriku sendiri.
Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku.
dia pun begitu.
Membuatku hanyut oleh sorot matanya.
membuatku lupa oleh kesedihan dengan suaranya.
sampai aku tak bisa katakan apa apa padanya.
bahkan untuk sekedar bilang rinduuu.. atau butuh.

Banyak yang gak ngerti, lalu terluka dan saling menyalahkan.
Karena itu, aku takut bicara tentang hati.
Maka, aku tuliskan saja.
Ku simpan, mungkin kukirimkan... entah kemana.
     Bahagia itu sederhana. Bahagia sama dengan tawa. Bahagia adalah ketika mendapat mainan baru. Bahagia adalah ketika menang bermain monopoli. Bahagia adalah punya banyak uang. Setidaknya itu lah yang ada di benak saya beberapa belas  tahun lalu, saat masih kanak-kanak. Kini, waktu sedikit banyak telah memetamorfosiskan makna ‘bahagia’ di otak saya. Bahagia masih sederhana tetapi terkadang sebaliknya, bahagia itu kompleks. Sekompleks persamaan Bernaouli. Namun, masih ada hal yang lebih kompleks dari bahagia, yaitu membuat orang lain bahagia.  
     Bahagia akan menjadi sederhana ketika kita mengerti apa esensi dari ‘bahagia’ itu sendiri. Begitu pun dengan membuat orang lain bahagia. Kebahagiaan layaknya intangible asset, tidak berwujud tetapi dapat melahirkan manfaat. Satu hal yang harus kita garis bawahi, kebahagiaan tidak dapat diukur secara reliable. Sampai saat ini belum ada ahli yang dapat merumuskan kebahagiaan secara matematis, bahkan Enstein sekalipun. Mungkin itu lah yang menyebabkan kebahagiaan tidak dikategorikan sebagai aset keuangan.
     Lalu, apa itu bahagia? Menurut saya, bahagia merupakan salah satu bentuk positif dari perasaan. Ia tidak akan hadir jika kita mencarinya. Semakin kita mencari, ia akan semakin menjauh. Kita hanya harus merasakan kehadirannya. Bahagia juga dapat dikatakan sebagai ketiadaan kesedihan. Jika ingin bahagia, sejenak kita harus melupakan kesedihan.
    Saya tidak tahu pasti apa yang membuat orang lain bahagia, apalagi caranya. Seperti kata pepatah, “ Dalamnya laut dapat diukur. Namun hati orang, tak ada yang tahu”. Tidak ada parameter yang dapat dijadikan acuan sebagai pengukur tingkat kebahagiaan seseorang. Partikel bahagia pun tidak dapat terlihat hanya dengan benda sekelas mikroskop. Bahkan tidak dengan peralatan tercanggih abad ini. Oleh karena itu, Saya hanya dapat menerka-nerka lewat benih  bahagia. Seperti halnya tanaman, bahagia juga membutuhkan benih agar dapat tumbuh. Namun, pertumbuhannya juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Faktor-faktor lain ini lah yang membuat orang tidak merasa dirinya bahagia.
     Membuat orang lain bahagia dapat dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu, seperti memberikan senyuman kepada orang lain ataupun memberikan salam kepada orang-orang sekitar. Dengan perlakuan seperti itu, mereka akan merasa teristimewa, diperhatikan, dan diakui keberadaannya. Tumbuh lah satu benih bahagia.
     Di tingkat yang lebih tinggi, membahagiakan orang lain dapat dilakukan dengan memberikan pujian (achievement) atas prestasi yang telah dicapainya. Hal ini akan membuat mereka merasa bangga akan dirinya. Tumbuh lah benih bahagia kedua.
    Kejutan tidak selamanya buruk. Tidak ada salahnya jika kita sesekali memberikan kejutan kepada orang-orang yang kita sayangi, Baik berupa kejutan ulang tahun ataupun sekedar ucapan-ucapan yang dapat membangkitkan semangatnya. Sama seperti contoh pertama, hal ini membuat seseorang merasa teristimewa.
    Ada kalanya orang-orang di sekitar kita membutuhkan bantuan. Alangkah baiknya jika kita bersedia membantu tanpa atau sebelum mereka memintanya. Untuk itu, kita harus peka dan sensitif terhadap lingkungan sekitar. Dengan begitu, mereka akan merasa dimengerti. Tumbuh lah benih bahagia ketiga.
     Ketika orang yang kita sayangi bersedih ataupun merasa kecewa akan suatu pencapaian. Disana lah kita harus memberikannya suntikan semangat dan motivasi. Dengan begitu, mereka dapat bangkit dari keterpurukan dan kadar kesedihannya berkurang sampai titik nol. Saat itu lah benih bahagia lain tumbuh.
   Dari beberapa contoh di atas, saya menyimpulkan bahwa ada enam cara menumbuhkan benih bahagia. Yaitu:
1.    Membuat orang lain merasa teristimewa
2.    Membuat mereka merasa diakui keberadaannya
3.    Membuat orang lain merasa bangga akan dirinya
4.    Memberikan perhatian kepada orang lain
5.    Mengerti dan memahami keadaan orang lain, dan
6.    Memberikan orang lain semangat dan motivasi.
    Namun, keenam hal di atas saja belum cukup. Dibutuhkan pula keluwesan hati dari kedua belah pihak yang terlibat. Jika hati kita telah tertutupi oleh kabut tebal, kebahagian tidak akan mampu menembus masuk sebelum kita menyibakkan kabut tersebut. Menyibakkan kabut tebal tersebut sebenarnya bukan perkara sulit jika kita mau. Sejak bahagia merupakan bentuk positif perasaan, kita hanya harus berpikir positif untuk dapat menyuburkan benih bahagia yang telah tertanam. Berpikir positif ibarat pupuk khusus untuk benih bahagia. Jika kita memberi pupuk ‘berpikir positif’ benih bahagia secara rutin, niscaya kebahagiaan akan tumbuh dengan subur dalam hati kita. Salah satu bentuk berpikir positif adalah dengan cara bersyukur akan nikmat yang telah Tuhan berikan. Dengan begitu, kita akan lebih mawas diri.
     Secara substansi, bahagia adalah bagian dari perasaan. Dan perasaan hanya lah dapat dirasa. Itulah yang membuat kebahagiaan tidak dapat dicari, Kita hanya perlu merasakannya. Dan jika kita sadar, kebahagiaan yang hakiki sebenarnya adalah membuat orang lain bahagia.

Benih Bahagia

by on 13.53
     Bahagia itu sederhana. Bahagia sama dengan tawa. Bahagia adalah ketika mendapat mainan baru. Bahagia adalah ketika menang bermain mo...

     Ada saat dimana semua harus kembali ke titik awal.Memulai kembali ketiadaan. Toh, katanya alam semesta ini mulanya hanya hamparan tanpa udara. Saya sendiri tidak yakin apa yang dapat dijadikan acuan mengenai 'kapan', 'mengapa' dan 'bagaimana' format harus dieksekusi. Mungkin hanya soal waktu, atau takdir. Atau malah lebih kompleks dari kedua hal tsb.Tapi saya percaya 'format' tak selamanya buruk. Kemungkinan resiko kehilangan data memang pasti.Namun disamping itu, 'format'juga menambah kapasitas diri yang available.

Format

by on 10.54
     Ada saat dimana semua harus kembali ke titik awal.Memulai kembali ketiadaan. Toh, katanya alam semesta ini mulanya hanya hamparan t...

    Hai selamat bertemu lagi! Seketika memori membawa saya kepada salah satu lagu yang akhir-akhir ini ada di Playlist saya, blog. Serasa berada dalam salah satu scene dalam sebuah FTV dimana semua serba kebetulan. Dan kebetulan ini terasa sangat.... kebetulan.

Chance

by on 19.24
    Hai selamat bertemu lagi! Seketika memori membawa saya kepada salah satu lagu yang akhir-akhir ini ada di Playlist saya, blog. Ser...




         Ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan, blog. So far, it’s good enough. Walaupun seperti biasa, ekspetasi saya terlalu tinggi. Ya sudah lah. Toh, itu hanya sasaran semu, Bukan yang mutlak harus dicapai. Actually, saya bukan orang yang ambisius. Justru saya sering kehilangan arah. Bagi saya, ambisi adalah ketika orang-orang meremehkan saya. Di titik itu saya akan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan diri bahwa I am not that bad.

     Sejauh ini, saya percaya. Tidak ada orang yang  sepenuhnya hitam ataupun  sepenuhnya putih. Pasti ada noda yang mencemari warna dominan. Itu pula yang saya jadikan filter agar tidak sembarangan menilai orang. Lucky me, di saat saya melenceng dari jalur, Allah seakan memberi hukuman ringan agar saya jera. Merasa lebih baik itu manusiawi, Kita hanya harus mengontrol pikiran itu.

     Akhir-akhir ini saya agak kecewa dengan teman terdekat saya. Atau mungkin diri saya sendiri. Di suatu percakapan, dia mengutarakan suatu pendapat yang menurut saya tidak bijak. Bodohnya, bukannya menentang, saya malah senyum senyum pertanda setuju. Jeleknya saya adalah di beberapa kondisi saya tidak berani mempertahankan what i believe. Khususnya , jika ada potensi umpan balik yang buruk. Semoga di lain kesempatan saya bisa ya, blog.

     Aniway, sekarang saya mahasiswa tingkat akhir, blog. Nggak terasa ya. Semoga lancar deh semua urusannya. Apalagi sekarang saya mencemaskan masalah yang cukup krusial. Iya, semuanya udah ada yang ngatur. Soal yang satu ini nggak perlu dipertanyakan lagi kan, blog? :)

Brand New Day :)

by on 06.19
         Ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan, blog. So far, it’s good enough. Walaupun seperti biasa, ekspetasi saya terlalu t...

Ya, random. Acak. Ini hanya tentang sebuah percakapan yang tidak material. Tetapi jika kalian mengerti akan esensi yang tersirat di dalamnya. it would be pretty precious. Even money can't buy it.

For this one, i've been waiting for some couple of months.
Oke, saya mungkin terkesan berlebihan. Tetapi setidaknya sampai saat saya menulis ini, that's how i feel.

I remember all the thing.  Baik yang berhubungan langsung dengan saya ataupun yang sekedar saya dengar. Salah satunya adalah ketika kita terlibat dalam sebuah guyonan. Mungkin dua kali atau tiga.

Saya suka senyumnya, kesederhanaannya

     Tadi gue iseng googling tentang 'Pemeran film Perahu Kertas', dan asal tau aja ini udah, mungkin, lima kali lebih gue googling tentang hal yang sama. Biasa lah, gue itu kalo lagi over excited sama suatu hal pasti gue all out banget kepo-nya hahaha.
Dan jeng jeng jeng...
Gue nemu link-nya di kapanlagi.com ada teaser-nya (trailer, red) juga lagi \(^3^)/

     Akhirnya rasa penasaran gue terjawab sudah. Soalnya sebelumnya Pemainnya tuh dirahasiain gitu, blog.
Sampe saat ini sih belum jauh-jauh amat dari ekspetasi gue. Awalnya sih agak kecewa saat tahu kalo karakter Kugy diperanin sama Maudy Ayunda. Bukan apa-apa. Soalnya seinget gue rambutnya Maudy itu panjang padahal Kugy kan rambutnya sebahu. Dan dia nggak semungil Kugy. Tapi setelah liat trailer-nya ternyata not too bad. Karena ternyata kedua hal itu nggak begitu keliatan di depan kamera. Rambut Maudy dibikin jadi sebahu dan dia keliatan cukup mungil. Namanya juga ditanganin sama para profesional. Gue-nya aja yang meng-under estimate-kan mereka hihihi. Semakin nggak sabar nunggu film-nya rilis deh :3

     Dibawah ini nama Para 'Awak' Perahu Kertas yang gue tahu:
Maudy Ayunda sebagai Kugy

Adipati Dolken sebagai Keenan

Reza Rahardian sebagai Remi

Ira Wibowo sebagai Mama Keenan

Tio Pakusadewo sebagai Pak Wayan apa Papa-nya Keenan ya? hehehe

Dion Wiyoko sebagai Ojos  

Afika sebagai Kugy Kecil

Kimberly Raider sebagai Wanda
Sekian dulu ya, bloggg ^^