Tampilkan postingan dengan label Miscellaneous. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Miscellaneous. Tampilkan semua postingan


      Terkadang kebaikan atau perhatian kecil dari orang sekitar itu bisa bikin hari saya yang mendung  berubah jadi cerah seketika. Sebagai Taurus A Type kayaknya saya ini kadang memang terlalu perasa, ya walaupun tetep ada saatnya saya gak peka sama sekitar. Akhir-akhir ini saya merasakan mood swing yang cukup dinamis. Gampang bahagia, tapi gampang juga BT. 

Mood saya bisa langsung bagus karena hal-hal receh, misalnya:

1. Disapa (dengan nama) sama Boss Besar.
Mungkin karena saya biasa invisible dan gak suka cari perhatian kali ya, jadi ketika di­notice  dikit aja udah bikin seneng, apalagi ketika pekerjaan diapresiasi hehehe. Panutan banget sih emang beliau. Humble, sabar tapi tegas.

2.  Temen lama share cerita bahagia
Beberapa bulan yang lalu itu mood saya sempat berantakan. Dan tambah berasa karena saya kurang piknik. Temen-temen main di sekitar juga pada sibuk dengan dunia barunya masing-masing. Mood jelek ditambah kesepian itu kombinasi yang paling buruk. Dan tiba-tiba seorang temen lama PM saya, dia cerita kalo berhasil dapet beasiswa luar negeri.  I am happy for her achievement , tapi sejujurnya saya senang lebih karena saya merasa cukup penting untuk dapat kabar itu langsung dari dia. Kan, anaknya sentimental dan melankolis banget. Mungkin karena saya cenderung introvert kali ya. Circle saya ini bisa dibilang sempit banget. Temen akrab saya bisa dihitung jari, itupun terkadang saya suka suudzon, ”jangan-jangan saya aja yang kepedean ngerasa akrab, buat mereka sih biasa aja”. Sesuai dengan tipe kepribadian MBTI INFJ, saya tipe yang mending punya satu/sedikit temen akrab daripada punya banyak temen tapi sekadarnya. Jadi kalau udah nyaman sama satu temen, bisa kayak anak ayam gitu. Ngikutin induknya terus. Hati-hati  dan sabar aja sih kalau udah ketempelan wkwkwkwk.

3. Ucapan selamat
Ini lebih receh lagi sih. Tadi pagi ada yang telpon saya. Kirain mau tanya kerjaan atau apa gitu. Ternyata temen saya cuma mau kasih ucapan selamat karena hal receh. Merasa ada yang notice dan ingat curcolan saya gitu aja udah bikin seneng. Kayaknya anaknya emang kurang perhatian aja wkwkwkwk.

4. Dan lain-lain (udah lupa dan ngantuk), nanti kalo inget diarsipin lagi deh biar kalo bad mood gampang cari obatnya.

Perhatian kecil itu ternyata bisa buat orang lain bahagia dengan cara sederhana loh. Cukup dengan salam, sapa, notice dan peka dengan yang terjadi di sekitar. Cuma mau menegaskan ke diri sendiri “Berlakulah sesuai dengan seperti apa kita ingin diperlakukan.“

MOOD

by on 08.36
      Terkadang kebaikan atau perhatian kecil dari orang sekitar itu bisa bikin hari saya yang mendung   berubah jadi cerah seketika....




Sebagai perempuan di usia pertengahan 20, pertanyaan ” kapan menikah?”  jadi hot issue di setiap perbincangan. Seakan pertengahan 20 itu  penghujung garis kritis. Sebenernya sesuai sama Life Plan saya semasa kuliah sih, tapi kalau belum ada yang cocok (belum laku) ya nggak perlu dipaksain kan. Buat saya gambling soal dengan siapa kita menikah itu agak menyeramkan.

Saya sebenernya tipe yang santai dengan pertanyaan di atas. Biasanya saya jawab sambil nyengir atau celetukan bercanda macam “daripada tanya, mending cariin”. Dan efeknya beberapa menanggapi dengan serius dan menawarkan perkenalan (jodoh-jodohin)  saya dengan teman/kerabatnya wkwkwkwk. Sebagai orang yang pemalu di awal (malu-maluin di akhir), ku menolak halus dengan seribu macam alasan dan kadang sok-sokan ngoper-ngoper “mending dikenalin sama si ini atau si itu aja tuh”. Gimana nggak jomblo kan, udah nggak laku sok jual mahal wkwkwk.

Ada salah satu tawaran yang saya terima sih sebenernya. Karna yang nawarin (udah kek barang aja bahasanya) itu sahabat dekat saya dan itu timing-nya seakan semesta mendukung gitu. Eh kayaknya kali ini sayanya yang ditolak wkwkwk. Terus jadi mikir, mungkin kalau tawaran yang lain saya terima juga bakal berujung begini :v

Kalau boleh memilih sebenernya lebih pingin menemukan jodoh sendiri yang berawal dari temen gitu, biar lebih tau baik buruknya. Tapi apalah daya hidup saya hanya seputar Kantor-Rumah dimana di kedua tempat itu nggak ada yang bisa dijadikan object of my affection.

Beberapa hari yang lalu di sebuah perbincangan dengan para jomblowati, kami ngomongin soal Hushband Material gitu. Kebetulan lagi gosipin perceraian Dai Muda dan anak pengacara terkenal yang sempet viral itu. Terus saya nyeletuk lah, “kalo aku nggak mau sama yang sholeh sholeh amat”. Ini kalau dibaca netizen nyinyir pasti saya langsung dibully kafir L

Kadang kalau ngomong suka nyeplos dengan pilihan kata yang nggak tepat gini hehe. Sebenernya bukan nggak mau sih, lebih ke takut nggak bisa mengimbangi. Terus akhir-akhir ini lihat berita atau di sekitar banyak banget ustadz yang poligami sama wanita yang lebih muda dan cantik which is beda sama poligami-nya Rasulullah. Kasarnya kayak seakan-akan poligami itu dijadiin tameng buat menghalalin selingkuh. Ya setelah dipikir-pikir lagi ini kayaknya saya yang salah nonton berita/ berada di lingkungan yang salah. Sample yang saya ambil nggak mewakili populasi.

Siapa yang nggak mau punya suami sholeh, maksud saya lebih ke seimbang gitu hidupnya antara dunia dan akhirat, habluminallah dan habluminannas-nya. Banyak ibadah tapi juga masih mentoleransi sesekali nonton bioskop, nonton konser, jalan-jalan ke pantai atau ke gunung, dan yang nggak kalah penting harus bisa diandalkan dan setia wkwkwk. Menikah itu ekspetasinya kan seumur hidup dengan harapan ending happily ever after, jadi ya dijalani juga harus dengan fun biar nggak jadi beban. Supaya menikah itu nggak hanya menyempurnakan agama tapi juga menyempurnakan kebahagiaan dunia-akhirat.

Kenapa saya sebut soal beban? Soalnya lagi-lagi kayaknya karna saya salah gaul :p. Kadang saya merasa orang-orang sekitar saya yang sudah menikah itu banyak yang tingkat kebahagiaannya berkurang gitu, kayak hidupnya penuh beban wkwkwk. Ya walaupun ada banyak saat dimana mereka buat envy dan baper juga.

Jadi kapan nikah ki?
Jawab pake jawaban default template aja deh, " Doain aja wkwkwk"








Husband Material

by on 06.25
Sebagai perempuan di usia pertengahan 20, pertanyaan ” kapan menikah?”   jadi hot issue di setiap perbincangan. Seakan pertenga...


   Beberapa waktu  lalu Indonesia dihebohkan dengan demo beberapa jilid terkait penistaan agama oleh  seorang  (mantan) kepala daerah. Kasus tsb membuat saya sadar dan bangga betapa guyub-nya umat islam. Sayangnya rasa bangga itu sedikit terkikis kecewa dengan adanya  indikasi tunggangan kepentingan politik. Ya karena momentum pilkada.

    Agama memang hal yang sensitif. Dan buat saya mencampur agama dan politik di negeri  bhineka tunggal ika ini dengan porsi sama besar bukan hal yang pas. In My Opinion, agama itu tak lantas nista karena dihina atau dicerca orang. Ya tapi bukan juga berarti membenarkan aksi pihak  yang entah  sengaja/tidak sengaja missleading saat kunjungan kerja itu.Terlalu out of date ya kalo masih bahas kasus itu. Ibarat berputar di timeloop yang nggak ada ujungnya.

    Buat saya The real-penistaan agama (agama islam,red) itu saat kita sebagai umat islam melakukan hal-hal nista/diluar syariat islam. Ya contohnya ada pemeluk agama islam yang mencuri/menipu orang/berzinah/jadi teroris. Di tengah isu agama yang sensitif ini, pasti akan ada satu-dua orang (bisa langsung ribuan orang bahkan kalo di media sosial) yang nyeletuk “Orang islam, maling?” “Orang islam, teroris?” ..... dst. Yang kayak gini ini lebih menistakan agama gak sih? Bikin agama islam jadi terlihat buruk. Padahal kan islam nikmat bagi seluruh alam.

  Di zaman digital sekarang kayaknya ‘kekuatan jempol’ masyarakat berpengaruh penting buat kondisi bangsa dan negara ya? ‘Demokratis’nya masyarakat seakan sudah dalam tahap tidak wajar kalo kebetulan lihat timeline facebook banyak hinaan dan makian untuk pemimpin negara, apalagi lihat perang komentar saat kisruh pilkada kemarin. Semua seakan paling benar, padahal yang menghina belum tentu lebih baik, lebih kompenten dan lebih religi. Kisruh pilpres beberapa tahun lalu sedikit-banyak buat saya jadi apatis dengan ‘politik’. Habisnya daripada energi saya terbuang, hubungan dengan keluarga dan kerabat jadi renggang dan nambah dosa karena semakin kesini politik disini itu semakin nggak sehat. Dan itulah awal mula saya kecanduan Drama Korea :p  Sudah cukup waktu 5/7 hari untuk ‘mengabdi’ pada negara.

   Btw asal mula tulisan ini itu karena saya barusan baca komentar pedas netizen di salah satu situs berita nasional tentang Penipuan Umroh yang lagi heboh. Ya, the real-penistaan agama. Di tengah kekecewaah calon jamaah ada netizen yang berkomentar  ‘jangan menyalahkan orang lain, salah sendiri buat ibadah cari yang murah’...... walaupun ada benarnya, buat saya berkomentar semacam ini bukanlah hal yang tepat. Mengambil yang bukan berhak & tidak menepati akad bagaimana pun ya tetap salah. Dan ada yang namanya empati lho.

Ya, unfortunately I am one of 35.000


pict source : www.religlaw.org

Penistaan Agama

by on 08.07
   Beberapa waktu  lalu Indonesia dihebohkan dengan demo beberapa jilid terkait penistaan agama oleh  seorang  (mantan) kepala daera...





Aku dan kamu. Kita sama-sama menunggu. Aku menunggu di puncak menara, kamu menunggu di tepian sungai. Kita sama-sama menanti. Aku menanti senja datang, kamu menanti fajar menjelang. Kita sama-sama mendamba. Aku mendamba ksatria, kamu mendamba putri.

Kamu menunggu putri di tepian sungai. Saat fajar menjelang putri datang dengan segenggam harapan. kamu dan putri jatuh dan tenggelam. Namun tak lama, bangkit dan terbang, melintasi cakrawala.

Aku menunggu ksatria di puncak menara, ksatria yang menunggu putri di tepian sungai. Saat senja datang, ksatria terbang. Aku mengulurkan tangan tetapi tak bersambut. Ksatria berlalu. Tak hanya melintasi puncak menara, tetapi juga cakrawala. Digenggamnya seorang putri, putri yang selama ini kukira diriku. Aku jatuh dan tenggelam. Tak lama aku bangkit, namun aku tak mampu terbang. Aku hanya mampu ke tepian.

Aku menunggu ksatria di tepian sungai. Tentu ia tak kunjung datang. Ksatria berada di tepian pantai. Kita sama-sama menunggu mentari tenggelam. Bedanya, Aku sendiri kesepian. Ksatria ditemani putri yang selama ini ia dambakan.

*Image by http://www.printactivities.com

Ksatria dan Putri

by on 04.19
Aku dan kamu.  Kita sama-sama menunggu. Aku menunggu di puncak menara, kamu menunggu di tepian sungai. Kita sama-sama menanti. ...
  I told you before, dan masih, sampai saat ini pun aku masih menganggap persahabatan kita layaknya Maruko dan Tamae.
Me and You?

Maruko yang sering absurd tapi menggemaskan. She refers to me (Berhubung ini tulisanku, jadi it’s my privilage buat narsis ^^) dan Tamae yang tenang, sabar & anggun (Anak Gunung, red ^^). She refers to you.  Beberapa kali aku berkhayal , apa jadinya kalau kita bisa masuk berpetualang ke dunia animasi. Jika ada kesempatan untuk itu, aku pastinya akan memilih ‘Chibi Maruko-Chan’ sebagai anime yang akan aku jelajahi. Tidak hanya kamu, aku juga akan mengajak seisi kelas lengkap dengan dosennya.
Mungkin bakal seperti ini:
Absolutely Amazing?

      Di gambar atas Eka aku representasikan sebagai Hamaji. Bukan apa-apa, Hamaji dikenal sebagai tokoh yang aneh & gak tau malu. Berhubung dua sifat itu kurang baik, mari kita limpahkan hal-hal kurang baik ke Eka xixixixi.

      Dan masih tentang Chibi Maruko-chan, aku jadi ingat tentang rencana membuat ‘Time Capsule’. Ya itu, yang hanya berakhir menjadi wacana, sama seperti jutaan rencana kita yang lain. Time flies, jarak dan waktu semakin mengancam rencana-rencana lain berubah menjadi wacana. Tapi tenang, tentang ‘Time Capsule’ ala Live Action Maruko, I’ll write to the 20 years older Reni-chan right here, in this post. Tunggu dulu, rasanya 20 tahun lagi terlalu lama & kamu juga udah terlalu tua *eh keceplosan*. Oke kalo gitu I’ll write to the 10 years older Reni-chan.

“Dear Reni, 
     Saat ini (10 tahun yang akan datang) kamu sudah menjadi wanita yang sukses lengkap dengan sebuah keluarga kecil yang harmonis. Anak-anak yang pintar, lucu & menggemaskan. Suami yang bertanggung jawab, sholeh dan imam terbaik dari segala aspek. 
     Jika saat ini kamu memilih tetap berkarir sebagai PNS, aku yakin kamu telah mencapai posisi yang cukup signifikan di tempat kamu bekerja. Dan jika kamu memutuskan untuk hijrah entah menjadi ibu rumah tangga, karyawan swasta ataupun seorang enterpreuner, aku yakin kamu telah mencapai titik keberhasilan dimana kamu mulai bisa menikmati buah dari apa yang kamu tuai. 
        My beloved friend, apapun yang kamu impikan dan butuhkan. Aku yakin dengan keuletan yang kamu punya, kamu bisa meraihnya, Insya Allah. 
                                                                                                                          Regards,

                                                                                                                              Kiki”

Ups. Aku melupakan satu bagian terpenting tentang Time Capsule. Itu baru boleh dibaca 10 tahun yang akan datang. Berhubung kamu sudah membacanya, oke kita sebut saja itu doa ^^. 
If anyone can fill my world with joy and happiness and cast away all my loneliness, it’s you. Yes, it’s you my friend, I mean my superb best friend. Happy Birthday ^^

Last but not least, ini ada bonus kaset dari Kalimongso Fried Chicken 
https://soundcloud.com/riski-hidayati/friend hehehehehe